Written by Mujiyanto Thursday, 20 August 2009 00:00
Boleh jadi kita sering cuci tangan. Tapi mungkin cuma pakai air saja. Kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) belum menjadi budaya kita. Padahal banyak manfaat yang kita dapatkan dari perilaku yang cukup singkat ini. Banyak penyakit yang bisa terhindarkan karena kita mencuci tangan kita menggunakan sabun. Untuk melihat lebih jauh pentingnya persoalan ini, situs ini mewawancarai dr Lula Kamal, yang juta kita kenal sebagai selebritis. Berikut petikannya.Berarti perilaku ini mau tidak mau harus dilakakukan?
Ini sudah menjadi kewajiban kita. Bukan lagi anjuran, atau alternatif pilihan. Tapi sayangnya hal ini masih belum dianggap penting oleh sebagaian besar masyarakat kita.
Bagaimana pentingnya CTPS bagi diri kita?
Cuci tangan pakai sabun berarti menjaga diri kita sendiri. Tanpa cuci tangan pakai sabun berarti kita mengorbankan kesehatan kita. Bisa jadi kita setiap hari menjaga kebersihan makanan yang akan kita konsumsi. Tapi kadang-kadang kita lupa bahwa itu saja tidak cukup tanpa kita menjaga kebersihan tangan kita sebelum makan. Apalagi ada kebiasaan orang Indonesia yaitu makan pakai tangan. Mungkin ini agak aneh di mata orang asing, tapi kita kan sudah biasa. Sementara kalau di Barat mereka kebanyakan makan menggunakan sendok. Di sini pentingnya kita menjaga kebersihan tangan kita sebelum makan.
Mengapa sih masyarakat kita kok susah cuci tangan pakai sabun?
Ini faktor kebiasaan. Mereka mengambil praktisnya saja. Menganggap tangan sudah bersih. Padahal kan belum tentu. Kita kan tidak bisa melihat virus atau kuman di tangan kita. Bisa jadi tangan kita bersih, tapi banyak kuman yang menempel. Mengubah kebiasaan memang tidak mudah, kan kampanye cuci tangan pakai sabun itu sendiri sudah lama.
Bagaimana agar masyarakat kita memiliki kesadaran tentang pentingnya cuci tangan pakai sabun ini?
Saya kira harus terus ada dorongan. Misalnya, buat tulisan-tulisan atau poster yang isinya mengingatkan kepada masyarakat di tempat-tempat makan. Bisa juga para pramusaji mengingatkan kepada para pembelinya sebelum makan. Lebih dari itu harus ada gerakan yang massif untuk mengingatkan masyarakat secara terus menerus bahwa cuci tangan sebelum makan dengan menggunakan sabun itu sangat penting.
Menurut pengamatan Anda sebagai dokter sekaligus selebritis, bagaimana masyarakat kita menjaga kebersihan diri dan lingkungannya?
Kalau dinilai, ya belum lulus. Sanitasi kita masih buruk. Mungkin ada yang bagus untuk sebuah kawasan tertentu. Tapi itu tidak mewakili secara keseluruhan. Justru secara umum sanitasi masih memprihatinkan dan perlu perhatian serius dari kita semua. Baik itu menyangkut kebersihan diri maupun sanitasi lingkungan. Banyak PR yang harus dibenahi.
Bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat kita tentang pentingnya sanitasi?
Saya kira masyarakat perlu terus didorong dan diajak. Ini dalam rangka membangun kebiasaan-kebiasaan baru. Memang yang paling mudah kita mulai dari anak-anak kita, soalnya kan kalau orang tua itu agak sulit mengubah perilakunya. Kita mulai dari generasi yang paling muda. Di sini pentingnya masalah ini dimasukkan dalam kurikulum pendidikan baik dasar maupun menengah.
Pandangan Anda bila para selebritis diikutkan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat dalam bidang ini?
Wah itu bagus sekali kalau mereka diajak. Tidak bisa dipungkiri mereka kan menjadi panutan. Bisa saja mereka ditampilkan dalam pesan-pesan baik berupa poster atau lainnya dan disebar di mana-mana, ini tentu akan bisa menggugah kesadaran masyarakat. Misalnya soal pentingnya cuci tangan pakai sabun. Saya kira para selebritis juga akan senang dilibatkan dalam kegiatan ini.
Pesan Anda kepada masyarakat di hari Cuci Tangan Pakai Sabun sedunia kali ini?
Banyak sekali penyakit yang bisa kita hindari dengan cuci tangan pakai sabun. Makanya ini harus kita lakukan sebagai sebuah kewajiban untuk menjaga kesehatan kita, keluarga, dan masyarakat kita.