Flash News
   
Ukuran Huruf
Bookmark and Share

Jambore Sanitasi Nasional 2013, Mencetak Duta Sanitasi Berkualitas

jambore_sanitasi_2013Pelan tapi pasti, ajang Jambore Sanitasi telah menghasilkan duta-duta sanitasi di seluruh Indonesia. Mereka itulah yang tanpa sadar telah menjadi champion di usianya untuk memahamkan keluarga dan lingkungannya tentang sanitasi.

Sudah ribuan pelajar menjadi duta sanitasi di level daerah masing-masing. Bayangkan, Jambore Sanitasi ini telah berlangsung sejak 2008. Di level nasional sudah ada 680 orang duta sanitasi yang mewakili daerah masing-masing. Sebelum terpilih ke tingkat nasional, mereka harus bersaing dengan duta-duta sanitasi dari kabupaten/kota. Di kabupaten/kota, para duta sanitasi ini pun diseleksi dari sekolah-sekolah.

Keberadaan duta sanitasi ini sangat penting. Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menegaskan, permasalahan sanitasi dan air minum tidak akan bisa ditangani hanya dengan penyediaan infrastruktur jika pola pikir dan pola tindak masyarakat masih belum berpola hidup bersih dan sehat. Melalui para duta sanitasi inilah pola hidup bersih dan sehat disampaikan ke masyarakat.

Berdasarkan evaluasi Ditjen Cipta Karya Kementerian PU, dari 680 duta sanitasi dan air minum dari siswa di tingkat SMP sebelumnya, sekitar 82 persen sudah menerapkan konsep 3R (reduce, reuse, recycle) di sekolahnya masing-masing. Sekitar 70 persen sudah mengampanyekan ke sekolah-sekolah lain. Sebanyak 48 persen sudah ke tingkat kota dan kabupaten dan sebanyak 40 persen telah diwawancarai oleh sejumlah media.

Munculnya duta-duta sanitasi baru ini akan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dan bisa mendorong pencapaian target MDGs. Soalnya, penyediaan akses sanitasi dan air minum yang layak masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi pemerintah.

Data BPS 2011 menunjukkan akses sanitasi yang layak di Indonesia baru sebesar 55,6 persen. Padahal target MDGs untuk bidang sanitasi sebesar 62,41 persen. Dari target pelayanan akses air minum air minum sebesar 68,8 persen baru tercapai 55 persen. Sehingga masih sekitar 30 juta orang yang harus dilayani sanitasi dan air minum dalam satu – dua tahun ke depan.

Data lain dari UNICEF pada tahun 2011 tercatat masih sekitar 26 persen masyarakat masih buang air besar di tempat terbuka. Hal tersebut juga didukung dengan tingginya tingkat pencemaran air di Indonesia yang mencapai 76 persen dari 53 sungai di Pulau Jawa, Sumatra, Bali dan Sulawesi oleh bahan organik dan 11 sungai utama oleh bahan alumunium.

Nah, pengadaan infrastruktur saja tidak cukup. Menurut Menteri PU, penyediaan infrastruktur juga perlu didukung dengan pola hidup dan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat Indonesia. “Kampanye perubahan perilaku secara nasional mutlak diperlukan,” kata Joko.

Jambore Sanitasi V

Duta-Sanitasi-Nasional-Ilona-Beatrix-HendrataJambore Sanitasi cukup efektif menghasilkan kader-kader sanitasi dari sekolah. Makanya, jambore ini terus dilaksanakan setiap tahun. Tahun ini pelaksanaannya telah memasuki tahun kelima.

Jambore ini kembali berlangsung di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta 24-30 Juni 2013, dengan mengangkat tema: “Bersama Kita Peduli Sanitasi dan Air Minum.” Sebanyak 198 perwakilan dari 33 provinsi menunjukkan kebolehannya untuk merebut posisi terbaik sebagai Duta Sanitasi Nasional.

Sebelumnya mereka digembleng terlebih dahulu agar mampu menyampaikan pesan-pesan sanitasi untuk meningkatkan kepedulian dan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat. Mereka mendapatkan pengetahuan mengenai sanitasi, permukiman layak huni dan berkelanjutan, kesehatan, teknik presentasi, pengembangan kepribadian, kreatifitas anak dan kegiatan lainnya. Harapannya, mereka mampu menjadi penyampai pesan sanitasi yang berkualitas di daerah masing-masing.

Rangkaian kegiatan Jambore Sanitasi 2013 juga diisi dengan Workshop dan Talkshow, Pengukuhan Duta Sanitasi Nasional sekaligus Silaturahmi dengan Ibu Negara serta kunjungan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan lain yakni Gema Indonesia yang melibatkan 1.750 anak SD dari Jakarta dan sekitarnya. Juga ada Media Writing Contest dengan tema “Peduli Sanitasi dan Air Minum Untuk Mewujudkan Permukiman Layak Huni.”

Jambore Sanitasi ini berlangsung atas kerja sama yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kementerian Kesehatan, Bappenas, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. []