Flash News
   
Ukuran Huruf
Bookmark and Share

ISSDP II Resmi Ditutup, Era Baru Pembangunan Sanitasi Dimulai

Indonesia Sanitation Sector Development Program (ISSDP) II resmi ditutup Kamis 4 Februari 2010. Program hibah luar negeri di bawah koordinasi intensif pemerintah Indonesia ini berlangsung sejak April 2006.

Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Supriadi Priatna mengatakan, penutupan program ini bukan berarti akhir dari program pembangunan sanitasi di Indonesia. “Ini adalah awal dari sebuah era baru program besar sanitasi nasional,” katanya ketika menutup ISSDP II.

Menurut ketua tim pengarah pembangunan air minum dan sanitasi ini, apa yang dilakukan oleh ISSDP bukanlah upaya mudah. ISSDP merupakan cikal bakal pembangunan sanitasi lintas sektor yang terintegrasi lebih besar dan berskala nasional.

Ia berharap pembelajaran, hasil, dan dampak program ISSDP dapat mendukung upaya pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional 2010-2014 yakni: 1) Stop buang air besar sembarangan; 2) Pengurangan timbulan sampah dari tempatnya dan penanganan sampah yang berwawasan lingkungan; 3) Pengurangan genangan di 100 kota/kabupaten rawan genangan seluas 22.500 hektar.

Selama ini ISSDP dengan dukungan Tim Teknis Pembangunan Sanitasi (TTPS) yang terdiri atas delapan kementerian yang terkait sanitasi memfasilitasi kotakota yang memiliki kepedulian tinggi dalam pembangunan sanitasi. ISSDP memfasilitasi untuk menganalisa dan memetakan kondisi sanitasi yang dirangkum dalam ‘Buku Putih Sanitasi Kota’. Dengan buku putih itu kelompok kerja (Pokja)yang terdiri atas berbagai unsur lintas sektor Pemerintah Kota telah mampu menyelesaikan dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK). ISSDP juga berupaya meningkatkan sinergi pemerintah pusat, provinsi, ke SSK.

Hadir dalam acara penutupan itu berbagai pemangku kepentingan/stakeholder yang terkait dengan program sanitasi dan ISSDP. Mereka antara lain wakil pemerintah Kerajaan Belanda melalui The Royal Netherlands Embassy (RNE), wakil pemerintah Swedia melalui Swedish International Development Cooperation Agency (SIDA), dan Water anda Sanitation Program/WSP-East Asian Pacific, serta Bank Dunia sebagai pendukung program. Acara juga dihadiri oleh Walikota Payakumbuh, Walikota Pekalongan, Pokja AMPL kota, pemerintah kota dan provinsi yang peduli dengan pembangunan sanitasi, serta sejumlah pejabat dari Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan program sanitasi lainnya.