Flash News
   
Ukuran Huruf
Bookmark and Share

Depok Kota Terkotor Se-Indonesia

Kota Depok, Jawa Barat, gagal meraih Adipura untuk kategori kota metropolitan. Kota Depok justru masuk kategori kota terkotor di seluruh Indonesia, bersama 14 kota metropolitan lainnya yang berpenduduk di atas satu juta orang.

Ironisnya, alokasi anggaran untuk Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok dalam anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) terus melonjak. Pada 2008, alokasi anggaran untuk kebersihan sebesar Rp49.910 miliar. Tahun berikutnya meningkat sebesar Rp51 J07 miliar. Pada tahun ini, anggarannya dinaikkan lagi menjadi Rp52.786 miliar.Namun, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail tetap saja gagal mengangkat Depok sebagai kota metropolitan yang bersih.

Kekalahan ini juga sebagai pil pahit bagi Nur Mahmudi yang akan selesai menjabat wali kota pada 16 Oktober mendatang. Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok Rahmat Hidayat membenarkan Kota Depok menjadi kota terkotor setelah Kota Medan, Sumatra Utara."Lima tahun terakhir Depok masuk kategori kota terkotor dengan angka 6b%. Tidak tahu kapan Depok meraih predikat kota metropolitan tebersih," kata Rahmat kepada Media Indonesia di ruang kerjanya, kemarin.

Untuk meraih Adipura, minimal harus mendapat angka 73%. Sementara Kota Depok belum mencapai angk.i minimal yang disyaratkan tersebut.Dia memperkirakan selama ini belum terjalin kerja sama yang baik antara satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) di lingkungan kantor pemerintahan Kota Depok, yang secara terpadu mewujudkan kebersihan di 52 titik pantau pada 15 objek penilaian Adipura.

Persoalan lainnya adalah volume sampah di Kota Depok yang terus meningkat dari tahun ke tahun, dan tidak bisa dikelola dengan baik. Kenaikan sampah paling ekstrem terjadi pada 2005, yakni mencapai 43! i. atau 2.409 meter kubik per hari atau 879.318 meter kubik per tahun. Penambahan volume sampah itu dibarengi peningkatan jumlah penduduk yang kini mencapai 1,4 juta jiwa.

Adapun 15 objek penilaian itu meliputi permukiman, jalan raya, pasar, pertokoan, perkantoran, sekolah, rumah sakit/puskesmas, hutan kota, taman kota, terminal bus/angkutan kota, stasiun kereta api, perairan terbuka, tempat pembuanganakhir sampah, pemilahan sampah, dan pengolahan sampah.Rahmat mengusulkan pembentukan tim penggerak di tingkat kota, agar semua dinas yang bertanggung jawab atas objek penilaian tim Adipura bekerja maksimal.

Kecewa

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Depok Civil Society (DCS) Wenny Haryanto sangat menyayangkan para pejabat di Kota Depok yang tidak maksimal dalam meraih Adipura."Dikemanakan anggaran setiap dinas yang seharusnya bisa memperbaiki peringkat Kota Depok dari kotaterkotor menjadi kota tebersih yang dimanifestasikan dalam wujud Adipura," kata Wenny dengan nada kecewa.

Sementara itu, untuk kategori kota metropolitan, seluruh wilayah administrasi Jakarta yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan menerima Adipura.Demikian juga kota penyangga Jakarta, seperti Tangerang dan Bekasi meraih Adipura. Untuk kawasan Jabodetabek, hanya Kota Depok dan Kota Bogor yang gagal meraih Adipura.