Flash News
   
Ukuran Huruf
Bookmark and Share

Ibu Negara Nobatkan Duta Sanitasi Nasional 2011

Lima Duta Sanitasi 2011 terpilih dalam Jambore Sanitasi 2011 yang berlangsung selama lima hari (20 Juni hingga 25 Juni) di Ancol, Jakarta. Penobatan Duta Sanitasi dilakukan oleh Ibu Negara Hj Ani Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jumat (24/6) dan disaksikan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Budi Yuwono, dan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB).

Lima Duta Sanitasi 2011 yaitu Alyarosa Taqwaariva dari Kalimantan Barat, Andi Atissa Putri Chaniago (Sumatera Barat), Kartika Ari Andini (Jawa Tengah), I Gede Ressa Agustika Sativa (Bali), dan M Akbar Syah Hasibuan dari Sumatera Utara).

Selain Duta Sanitasi Nasional, Jambore Sanitasi 2011 juga memilih Duta Sanitasi Favorit pilihan peserta, Karya Tulis dan Poster terbaik, serta Pemenang Karya Tulis SIKIB Wilayah Barat dan Timur.

Kegiatan yang digelar oleh Kementerian Pekerjaan Umum ini untuk meningkatkan kepedulian terhadap sanitasi secara berkelanjutan melalui peran Duta Sanitasi.

Sebanyak 198 peserta Jambore adalah para pemenang lomba poster dan karya tulis penyuluhan tingkat SLTP yang berasal dari 33 provinsi di Indonesia.

Pemilihan Duta Sanitasi Nasional 2011 dilakukan melalui tiga tahap penjurian, berupa penilaian terhadap karya poster dan karya tulis penyuluhan, kemampuan presentasi dan penyajian program kerja pasca Jambore.

Salah satu hasil penting dari Jambore Sanitasi adalah program kerja Duta Sanitasi di daerah masing-masing, karena kami ingin kegiatan ini bermuara pada rangkaian tindakan yang kongkrit bagi peningkatan perilaku peduli sanitasi, kata Direktur Jenderal Cipta Karya Budi Yuwono.

Program kerja ini, kata Budi, seharusnya didasarkan pada pengenalan para Duta terhadap permasalahan perilaku sanitasi yang mereka temukan di lingkungan dan daerah masing-masing.

Penjurian Duta Sanitasi Nasional 2011 melibatkan perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, pakar public speaking dan sastrawan Arswendo Atmowiloto, serta juri kerhormatan dari Ibu Hermanto Dardak dari SIKIB dan Ketua KOWANI DR Dewi Motik Pramono MSi.

Pelaksanaan Jambore Sanitasi dilatarbelakangi perlunya kampanye perubahan perilaku di bidang sanitasi sebagai tindak lanjut Tahun Internasional Sanitasi 2008 dan upaya percepatan pencapaian target MDGs pada tahun 2015 sebesar 62,41 persen (tahun 2010 baru tercapai 51,19 persen . Pada akhir Juli 2010 PBB telah mendeklarasikan bahwa akses terhadap air bersih dan sanitasi adalah merupakan Hak Asasi Manusia.

Perubahan perilaku masyarakat menjadi hal yang mutlak dalam pembangunan sanitasi di Indonesia, karena pemanfaatan infrastruktur permukiman (air limbah, sampah dan drainase) secara efisien dan optimal, sangat bergantung kepada perubahan kebiasaan dan perilaku.

Tingginya pencemaran air baku di Indonesia menjadi bukti dari perilaku BABS (Buang Air Besar Sembarangan) dan praktek buang limbah ke selokan-selokan, saluran air, atau langsung ke badan air, meskipun telah tersedia infrastruktur sanitasi, ungkap Budi.