Flash News
   
Ukuran Huruf
Bookmark and Share

Ingat! 19 November Hari Toilet Sedunia (World Toilet Day)

world-toilet-daySejak 2001, setiap tanggal 19 November diperingati sebagai Hari Toilet Sedunia (World Toilet Day). Peringatan yang diprakarsai oleh World Toilet Organization (WTO) yang berbasis di Singapura bertujuan untuk mengampanyekan pentingnya sanitasi dan diangkat menjadi isu global.

Soalnya, berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), saat ini sebanyak 2,6 miliar orang tidak memiliki akses untuk mendapatkan toilet yang layak—tidak mencemari air atau tanah. Angka ini mencakup 40 persen populasi dunia. Setengah dari jumlah tersebut hidup di India dan China. Berdasarkan release yang dikeluarkan oleh WTO,  setiap tahun ada 200 juta ton kotoran manusia tak terbuang pada tempat yang sesuai karena kurangnya toilet.

Secara global satu dari lima orang buang air besar di tempat terbuka, meskipun hampir 61 persen penduduk dunia memiliki jamban di rumah. Namun, banyak keluarga yang menggunakan jamban yang tidak memadai, kotor atau menggunakan jamban umum. Padahal jamban yang terjaga kebersihannya mampu mencegah berbagai penyakit diare, cacingan maupun penyakit yang menyerang mata seperti trakoma.

Dampak buruk dari ketiadaan sanitasi yang layak ini adalah timbulnya penyakit. Lebih dari 1 juta anak meninggal setiap tahun dari infeksi diare dan komplikasi. Bahkan ada yang menyebut kematian akibat sanitasi buruk dan air bersih mencapai 2,4 juta anak.

Salah satu satunya cara untuk mengatasi tantangan ini adalah peningkatan kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya sanitasi layak ini bagi kesehatan baik individu maupun lingkungan.

Tak heran, bila para pakar sanitasi yang berkumpul di New Delhi, India pada awal November 2009, menyimpulkan dunia membutuhkan 100 ribu toilet baru setiap hari hingga 2015 mendatang guna mengurangi jumlah orang yang tidak memiliki sanitasi dasar. Adapun biayanya, menurut pakar sanitasi Swedia, mencapai US$ 3,8 miliar per tahun.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan Hasil Pencapaian Pembangunan Millenium Indonesia tahun 2010, proporsi rumah tangga dengan akses sanitasi layak mencapai 51,19 persen (data 2009). Memang capaian itu meningkat dibandingkan capaian tahun 1993 yang besarnya 24,81 persen.

Namun secara umum, angka tersebut tergolong rendah. Ini menunjukkan laju penyediaan infrastruktur sanitasi belum mengimbangi laju pertumbuhan penduduk. Faktor penyebabnya adalah keterbatasan kemampuan pendanaan pengembangan sanitasi dan belum optimalnya pengelolaan sarana dan prasarana yang sudah dibangun.

MDGs telah menetapkan target pada tahun 2015 di sektor sanitasi yakni sebesar 62,37 persen penduduk dapat menikmati pelayanan sanitasi layak dan tidak ada lagi buang air besar sembarangan (BABS).

Percepatan pembangunan sanitasi ini butuh kepedulian masyarakat dan prioritas dari para pengambil kebijakan. Makanya dengan adanya Hari Toilet Sedunia diharapkan muncul kesadaran bersama akan pentingnya toilet yang layak bagi warga dunia. MJ